PUITIKA PENTAS SABDA TAMA CATUR WEDHA DALAM PROSESI MALAM MIDODARENI

Yulina Dwi Lestari, Sony Sukmawan

Sari


Teks STCW sebagai sastra pentas budaya Jawa dikaji dengan pendekatan etnopuitika. Etnopuitika adalah pendekatan yang memiliki tiga subtansi dasar yaitu sastra pentas, ciri lokal budaya, dan unsur linguistik. Temuan penelitian ini adalah nilai budaya Jawa dalam pembacaan Teks STCW pada malam midodareni. Nilai budaya Jawa tersebut berupa nilai etika Jawa, nilai estetika Jawa, nilai religious Jawa, dan nilai pendidikanJawa.NilaietikaJawaberupapenggunaan tingkat tutur krama ngoko dan krama inggil dalam teks STCW. Nilai estetika Jawa berupa penggunaan bunyi aliterasi dan asonansi dalam teks STCW sehingga menimbulkan suasana syahdu dan gembira. Penggunaan majas ‘anak mas’ dan ‘ngukir jiwa raga’ menunjukkan rasa kasih, cinta, dan sayang yang merupakan bagian dari nilai estetika Jawa. Nilai religius budaya Jawa dalam malam midodareni berupa tirakatan, penggunan benda mati, dan kepercayaan pada sebuah mitos,hal ini merupakan salah satu bentuk kebudayaan Kejawen. Nilai pendidikan karakter Jawa berupa nilai moral, budi pekerti, agama, dan sosial yang terdapat pada setiap butir teks STCW.

Kata kunci : Etnopuitika, Teks Sabda Tama Catur Wedha (STCW), Nilai Budaya Jawa.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.