PROSES PENYELESAIAN SOAL BER-TIPE HOT (HIGHER ORDER THINKING) PADA MATERI DIFERENSIAL SISWA SMA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIS

Ratna Eka Iswahyuni

Sari


Dalam proses belajar mengajar di kelas, soal latihanyang diberikan kepada siswa cenderung soal pada tingkat kognitif mengingat (C1), memahami (C2), dan aplikasi (C3) dalam taksonomi Bloom. Sehingga ketika siswa dihadapkanpada soal yang memerlukan analisis (C4), evaluasi (C5), dan mengkreasi (C6) cenderung kurang mampu untuk menyelesaikan. Halini bertolak belakang dengan persoalan yang akan ditemui siswa pada kehidupan nyata yang cenderung memerlukan kemampuan analisis,evaluasi,dan mengkreasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyelesaian soal ber-tipe HOT (Higher Order Thinking) pada materi diferensial. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII MIA 1 SMAN 1 Pandaan tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Dari hasil penelitian diperoleh subjek berkemampuan matematikatinggi dapat melalui keempat langkah penyelesaian masalah dengan lancar dan tepat. Subjek dengan kemampuan sedang mula-mula mengalami hambatan dalam memahami soal, kemudian setelah dibaca beberapa kali baru dirasa paham dan mulai melanjutkan proses berikutnya. Hambatan ditemui kembali ketika berusaha menyelesaikan algoritma yang dibuat. Untuk subjek berkemampuan matematis rendah, subjek mengalami kesulitan untuk memahami keseluruhan soal serta algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan soal.

Kata kunci :  penyelesaian masalah, soal, tipe HOT(higher order thingking)

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.