PEMELAJARAN MAKNA KATA MELALUI PERCAKAPAN PADA PROGRAM BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR BAHASA ASING DI TIONGKOK

Hery Yanto The, Latifah .

Sari


Abstrak : Pemelajar bahasa kedua dapat saja mengalami kesulitan memahami makna kata-kata baru yang dipelajari akibat adanya perbedaan budaya pemelajar dengan budaya masyarakat dari bahasa yang dipelajari. Oleh sebab itu, pembelajaran makna kata di dalam kelas-kelas bahasa kedua sudah seharusnya tidak saja dilakukan dengan pendekatan leksikal, namun perlu dilakukan juga melalui percakapan. Percakapan antara pengajar dan pemelajar dapat memfasilitasi berkembangkan kemampuan pemelajar untuk menginterpretasi dan mengevaluasi makna kata-kata yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan dan meanganalisis transkripsi percakapan dalam proses belajar makna kata di dalam kelas Bahasa Indonesia untuk pemelajar di Tiongkok dengan menggunakan metode conversation analysis. Tiga cuplikan percakapan pemelajar dengan pengajar di kelas yang dikumpulkan selama semester kedua tahun akademik 206/2017 akan secara khusus dikaitkan dengan metafungsi di dalam teori systemic functional linguistic. Cuplikan percakapan tersebut menunjukkan diskusi mengenai kata becak, tempe, dan bisa. Hasil penelitian menunjukkan, percakapan antara pemelajar dan pengajar dilakukan dalam menggunakan tiga bahasa, menggunakan register akademik dan register sehari-hari, dan berlangsung dalam situasi informal. Pemelajar menggunakan pengetahuan pada budaya masyarakatnya untuk memahami makna kata yang dijelaskan oleh pengajar. Pengajar melakukan mediasi dengan mengoreksi dan mengelaborasi penjelasan. Pemelajar juga menggunakan pencarian daring sebagai media untuk mendapatkan pengetahuan ketika percakapan tidak membantu proses pemahaman makna kata.

Kata kunci : analisis percakapan, BIPA, pemelajaran kata


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.