EKSISTENSIALISME DALAM BENTUK EXPERIENTIAL LEARNING PADA KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA ASING

Intan Dewi Savitri, Siti Khusnul Khotimah

Sari


Abstrak : Fokus penelitian ini adalah pada kajian terhadap pembelajaran bahasa asing dari sudut pandang eksistensial. Fenomena yang terlihat bahwa pembelajar belum mengintegrasikan pembelajaran bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, sehingga berakibat tidak maksimalnya kompetensi yang dimiliki, mendorong tim peneliti untuk merencanakan penjalanan kajian ini. Sudut pandang eksistensialis Kierkegaard dan Sartre digunakan sebagai titik berangkat untuk menelisik pemahaman yang dimiliki pembelajar terhadap eksistensi diri mereka. Pemahaman diri ini diasumsikan melatarbelakangi perilaku pembelajaran bahasa asing para pembelajar. Tim peneliti kemudian merencanakan untuk menerapkan model experiential learning untuk membantu para pembelajar mengintegrasikan pembelajaran bahasa dalam kehidupan mereka sehari-hari, menjadikan pengalaman dan aktivitas penggunaan bahasa asing, suatu kebiasaan. Metode yang akan diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara observasi. Model Research & Development dari Borg & Gall, kemudian diterapkan dalam tiga tahapan; penelitian pendahuluan, pengembangan dan evaluasi. Hasil yang didapat dari penelitian tahap pendahuluan ini menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam penentuan pilihan Bahasa Prancis sebagai fokus pembelajaran, sehingga mengakibatkan para partisipan tidak dapat sepenuhnya eksis sebagai pembelajar yang bertanggungjawab. Pada tahapan kedua yaitu pengembangan, tim peneliti akan mendisain suatu model pembelajaran experiential learning yang sekaligus membantu partisipan mengatasi masalah eksistensi mereka sebagai pembelajar Bahasa Perancis.

Kata kunci :aktivitas pembelajaran, eksistensialisme, pengalaman


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.