DIMENSI EKOLOGI FOLKLOR UNAN-UNAN TENGGER

Sony Sukmawan, Eti Setiawati, Maulfi Syaiful Rizal, Rahmi Febriani

Sari


Abstrak : Unan-unan merupakan ritual lima tahunan yang dilaksanakan di Tengger dengan tujuan untuk nylameti alam semesta. Tujuan ini mengisyaratkan orientasi ekologis yang kuat sehingga pembahasan secara spesifik dan komprehensif mengenai pesan-pesan ekologis di dalamnya diharapkan mampu menemukan relevansi pelaksanaan tradisi dengan konservasi lingkungan. Penggabungkan pendekatan ekokritik, pendekatan budaya, etika lingkungan, dan folkloristik serta pengumpulan data etnografis diyakini dapat mendeskripsikan secara mendalam dan holistik kebudayaan masyarakat Tengger sebagaimana adanya (senyatanya), khususnya pandangan hidup masyarakatnya, bagaimana mereka berpikir, hidup, berperilaku, berinteraksi dan bekerja-sama dengan alam dan lingungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unan-unan merupakan folklor sebagian lisan karena tiga aspek: (i) ekspresi penyampaiannya menggabungan seni kata, suara, gerak, musik, rupa, dan pertunjukan.; (ii) berfungsi sebagai pengabsahan kebudayaan dan alat pendidikan; dan (iii) memiliki varian dalam aspek urut-urutan tahapan, waktu pelaksanaan, ragam dan kelengkapan sesaji, tempat gelaran, serta ekspresi daras mantra dan narasi-narasi verbal. Selanjutnya, tidak hanya tujuan pelaksanaan Unan-unan yang berorientasi ekologis, sesajinya pun syarat muatan ekologis. Selain bahan dasarnya diambil dari alam, proses pengambilan dan pengolahannya juga menggunakan cara alami. Bahkan, tata letak sesaji menggambarkan pemahaman manusia Tengger terhadap struktur dan sejarah alam semesta (kosmologi). Unan-unan menegaskan bahwa manusia (Tengger) tidak dapat melepaskan diri dari alam. Penentuan pelaksanaan, penataan dan penempatan berbagai sarana upacara, serta tujuan utamanya sangat terkait dengan alam. Penghitungan waktu pelaksanaan bertumpu dan bersumbu dari alam. Penataan dan penempatan sarana ritual diduduk-arahkan oleh alam. Orientasi ekologis menjadi fokus tujuan pelaksanaan tahapan demi tahapan ritual.

Kata Kunci : Unan-unan, Tengger, folklor, ekologi, sesaji


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.