BERHULUWELASASIH PEPITU, BERMUARA NARASI ARKADIA : KAJIAN EKOKRITIK CERITA RAKYAT TENGGER

Lilik Lisnasari

Sari


Cerita rakyat adalah teks sastra lingkungan yang secara potensial memuat kearifan lingkungan yang bersumbu dari prinsip atau nilai-nilai lokal. Karena itu, pengkajian dimensi ekologi dalam teks-teks tradisional sangat berguna bagi upaya memahami lingkungan. Penelitian studi dokumentasi ini mengambil cerita rakyat Tengger sebagai sumber data yang dikumpulkan dari sumber cetak dan internet dengan pertimbangan kecukupan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pastoral dalam cerita rakyat Tengger termuat dalam legenda dan mitos Tengger. Karakteristik pastoral yang dimaksudkan sekaligus menjadi karakteristik narasi poetika teks ekokritik cerita rakyat Tengger.Bentuk pengetahuan Masyarakat Tengger yang didapatkan dari pengalaman hidup dan kaya akan nilai kearifan lokal secara implisit tertuang dalam cerita rakyat Tengger. Gambaran laku hidup Masyarakat Tengger di dalam produk cerita rakyat mencerminkan adanya kesadaran Masyarakat Tengger terhadap kehadiran makhluk alam yang harus diperlakukan sama sebagai sesama makhluk ekosfer. Manusia Tengger yang merupakan makhluk beretika dan memiliki kemampuan fundamental lebih tinggi bertugas menjaga dan memperbaiki hubungan dengan makhluk alam guna mencapai konsep Welas Asih Pepitu dan Bekti Marang Guru Papat seperti yang didengung-dengungkan dalam prinsip ajaran hidupnya.

 

Kata Kunci: cerita rakyat Tengger, pastoral, arcadia, ekokritik sastra, welas asih pepitu


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.